ISLAM LIVE – SD Negeri Salakaria 2 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, hanya menerima satu peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran di kelas I berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena seluruh kegiatan belajar hanya diikuti oleh seorang siswa.
Situasi ini menjadi pengalaman baru bagi pihak sekolah, khususnya wali kelas I, yang tetap mempersiapkan seluruh perangkat pembelajaran dan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagaimana pelaksanaan pada umumnya.
Wali kelas I SDN Salakaria 2, Maya Nurhidayah, mengatakan seluruh materi dan kebutuhan MPLS telah disiapkan sejak awal. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena satu-satunya murid baru belum dapat mengikuti kegiatan akibat sakit.
“Materi sudah siap. Persiapan sudah maksimal,” kata Maya.
Ia mengungkapkan pengalaman mengajar satu murid memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, proses pembelajaran lebih menjadi fokus karena perhatian guru bertanya kepada satu peserta didik, meskipun aktivitas yang membutuhkan interaksi antarsiswa tidak dapat dilakukan.
“Kalau hanya satu murid, penyerapannya lebih maksimal,” ujarnya.
Metode belajar pun harus disesuaikan dengan kondisi kelas yang hanya berisi seorang siswa.
“Pembelajarannya beda, tidak ada kelompok kerja,” tambahnya.
Kepala SDN Salakaria 2, Deni Purnama, menjelaskan penerimaan satu murid baru merupakan kondisi yang baru pertama kali dialami sekolah. Sebelumnya terdapat tiga calon peserta didik yang mendaftar, namun hingga penutupan pendaftaran hanya satu anak yang resmi tercatat sebagai siswa baru.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang menerima tujuh murid baru. Saat ini total peserta didik SDN Salakaria 2 dari kelas I hingga kelas VI berjumlah 32 orang.
Meski jumlah siswa terus berkurang, Deni menegaskan semangat para guru dalam memberikan layanan pendidikan tidak berubah. Ia menyebut sekolah tetap mampu melahirkan prestasi, salah satunya ketika seorang siswa berhasil melaju hingga tingkat provinsi pada ajang Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tahun 2024.
“Baru tahun ini saja hanya satu orang murid,” kata Deni.
Kondisi SDN Salakaria 2 menjadi gambaran tantangan yang dihadapi sejumlah sekolah dasar di daerah dengan jumlah peserta didik yang terus menurun. Di sisi lain, pihak sekolah berkomitmen menjaga kualitas pembelajaran agar setiap siswa tetap memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
