Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Terapkan Standarisasi

5 views
Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, pada kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) di Purwokerto, Kamis (16/7/2026).

ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadikan standardisasi sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Melalui penerapan berbagai standar pada produk dan layanan, Kemenhaj berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Nur Rokhma Muliana, saat kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) di Purwokerto, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, standardisasi memiliki peran strategis dalam menjamin mutu produk dan layanan sekaligus meningkatkan daya saing ekosistem ekonomi haji dan umrah.

“Standardisasi menjadi fondasi untuk menghadirkan produk dan layanan haji yang aman, berkualitas, dan berdaya saing. Melalui langkah ini, kita membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan,” ujar Nur Rokhma.

Baca Juga:  Saudi Terbitkan Jadwal Terbaru Ziarah Raudhah Saat Musim Haji, Simak Lengkapnya di Sini

Rokhma menjelaskan, penerapan standar difokuskan pada sejumlah sektor strategis, antara lain pangan siap saji bagi jemaah haji, batik jemaah, asrama haji, serta platform digital ekosistem ekonomi haji dan umrah. Seluruh program tersebut juga disertai upaya pemberdayaan melalui pendampingan industri, pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas pengelola, serta digitalisasi pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk dan layanan yang memenuhi standar mutu.

Pada sektor pangan, standardisasi diarahkan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi jemaah memenuhi aspek keamanan pangan, kualitas, nilai gizi, kehalalan, kemudahan distribusi, serta daya tahan selama proses pengiriman ke Arab Saudi. Di sektor industri kreatif, penyusunan standar batik jemaah mencakup kualitas bahan, kenyamanan digunakan di iklim Arab Saudi, ketahanan warna, kesesuaian ukuran, desain yang merepresentasikan identitas nasional, hingga kualitas jahitan.

Baca Juga:  Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue untuk Perkuat Layanan Pelindungan Jemaah Indonesia

Selain itu, Direktorat Standardisasi dan Fasilitasi Pemberdayaan juga mendorong transformasi asrama haji melalui penyusunan standar pelayanan setara hotel bintang tiga. Pengembangan platform digital turut dipercepat untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional, meningkatkan daya saing, sekaligus memberikan perlindungan kepada jemaah sebagai konsumen.

Nur Rokhma menegaskan bahwa standardisasi harus berjalan seiring dengan pemberdayaan agar manfaat ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat dirasakan secara lebih luas. Karena itu, Rokhma terus mengakselerasi berbagai program prioritas, termasuk penyusunan standar pelayanan asrama haji, petunjuk teknis platform digital pemasaran, standardisasi produk pangan siap saji, serta standardisasi batik jemaah sebagai bagian dari penguatan tata kelola ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA