ISLAM LIVE — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan penguatan platform Satu Haji dengan integrasi data dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung layanan haji dan umrah yang lebih terintegrasi serta mudah diakses masyarakat.
Kepala Pusdatin Kemenhaj RI Farosa mengatakan transformasi digital Kemenhaj diarahkan untuk memastikan sistem yang dibangun memberikan manfaat bagi masyarakat, unit kerja, dan pimpinan dalam mengakses maupun memanfaatkan data.
“Data yang ada harus dapat disajikan dengan lebih mudah, lebih terukur, dan memberikan gambaran yang dibutuhkan oleh pimpinan maupun masyarakat,” ujar Farosa di Bogor, Rabu (2/9/2026).
Menurut Farosa, pengembangan Satu Haji dapat dimulai dari layanan dasar, seperti akses data haji dan pengecekan nomor antrean keberangkatan. Layanan tersebut selanjutnya dapat diperluas dengan dukungan kanal informasi dan call center.
Pusdatin juga tengah mengembangkan AI Assistant Haji yang diarahkan untuk membantu menyederhanakan informasi, membuat ringkasan, serta melakukan pengelompokan data sesuai kebutuhan layanan.
