ISLAM LIVE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memberangkatkan sekitar 100 siswa untuk mewakili Indonesia dalam berbagai olimpiade internasional yang digelar pada pertengahan tahun 2026. Para peserta akan berlaga di 14 cabang kompetisi sains dan keterampilan di sejumlah negara.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan seluruh peserta telah dipersiapkan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan fisik sebelum bertanding di tingkat dunia.
“Kurang lebih 100 orang untuk 14 ajang,” kata Suharti di Kantor Kemendikdasmen, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, kontingen Indonesia akan mengikuti berbagai kompetisi internasional, di antaranya olimpiade informatika di Uzbekistan, astronomi di Vietnam, kecerdasan buatan (AI) di Kazakhstan, geografi di Istanbul, Turki, kuliner di Malaysia, serta kebumian di Italia.
“Jadi mereka sudah siap dan tidak hanya secara akademik, tapi juga kesiapan mental dan fisik agar mereka bisa lebih sukses lagi,” ujarnya.
Persiapan tersebut dilakukan setelah pelajar Indonesia kembali mencatatkan prestasi pada ajang International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia. Dalam kompetisi itu, tim Indonesia membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Peraih medali emas, Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi selama kompetisi adalah perbedaan waktu antara Indonesia dan Kolombia yang mencapai 12 jam. Meski demikian, materi selama pemusatan latihan nasional membantu tetap fokus menjalani tes teori maupun eksperimen.
Sementara itu, dua medali perak diraih Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMAK Kesatuan Bangsa Yogyakarta dan Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya Jakarta. Adapun medali perunggu dipersembahkan Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta serta Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel Pontianak.
Keikutsertaan sekitar 100 siswa pada berbagai olimpiade internasional diharapkan dapat melanjutkan pencapaian siswa positif Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.
