ISLAM LIVE – Festival Banjari Tingkat Nasional di Sidoarjo dinilai menjadi lebih dari sekedar ajang seni religi. Kegiatan ini dipandang sebagai media dakwah sekaligus sarana pembinaan karakter generasi muda melalui seni Islami.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan festival yang menampilkan sejumlah tokoh, di antaranya Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, dan masyarakat. Setelah itu, para peserta mengikuti doa bersama dan ziarah ke Makam Mbah Kalam.
Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya berharap penyelenggaraan festival dapat dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak anak muda mengenal seni Islami sekaligus memahami nilai-nilai keislaman.
“Saya berharap festival seperti ini terus digelar secara berkelanjutan. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang mencintai seni Islami, memahami nilai-nilai keislaman, serta memiliki semangat persahabatan yang kuat. Seni banjari menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan bangsa,” tutur Adela.
Ia menambahkan, seni banjari memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekedar hiburan karena juga menjadi media dakwah yang menyampaikan nilai kebersamaan dan akhlak mulia.
“Banjari bukan sekedar seni musik religi, tapi juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.
Festival Banjari Tingkat Nasional merupakan salah satu rangkaian Haul Mbah Kalam yang rutin digelar masyarakat Porong. Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni Islami agar tetap diminati lintas generasi.
