ISLAM LIVE – Pemerintah Iran memperketat pengamanan seiring dimulainya rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Senin (6/7/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan massa yang kini diperkirakan telah mencapai sekitar tujuh juta pelayat.
Pengetatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya tragedi pada prosesi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.
Pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan berkaca pada pemakaman Imam Khomeini yang saat itu dihadiri sekitar 10 juta orang, di mana kepadatan massa tersebut memicu kepanikan dan aksi saling dorong yang diperkirakan menewaskan lebih dari 10 orang serta menyebabkan lebih dari 10.000 pelayat mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan stasiun televisi resmi IRIB, iring-iringan jenazah Khamenei mulai bergerak dari Kompleks Mosalla Agung Teheran setelah disemayamkan selama dua hari. Jutaan warga dilaporkan memadati sepanjang rute untuk mengiringi perjalanan jenazah Khamenei.
Untuk mengantisipasi kepadatan, aparat keamanan mengerahkan personel gabungan di sejumlah titik sepanjang jalur prosesi. Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus massa guna mencegah terjadinya desak-desakan yang berpotensi menimbulkan korban.
Rangkaian pemakaman nasional akan berlanjut ke Kota Qom, kemudian menuju Najaf dan Karbala di Irak sebelum ditutup dengan pemakaman Ali Khamenei di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis mendatang.
