ISLAM LIVE – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti dampak psikologis yang dapat menimpa ratusan anak korban keracunan MBG di Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan anak perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga psikologis dan sosial .
“Trauma healing bukan sekadar pelengkap dalam proses pemulihan anak. Anak perlu diberikan ruang untuk bercerita, didengarkan, ditenangkan, dan diyakinkan bahwa mereka berada dalam kondisi aman,” ujar Arifah Fauzi, Menteri PPPA, di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jumat (4/9/2026) .
Arifah menekankan bahwa dukungan psikologis harus terus diberikan setelah anak keluar dari fasilitas kesehatan dan kembali ke lingkungan pesantren maupun sekolah. “Jangan sampai anak trauma untuk makan, atau kembali ke sekolah, atau justru mendapatkan stigma, disalahkan, atau merasa takut untuk kembali beraktivitas,” tuturnya .
Terkait penyebab kejadian, Menteri PPPA meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Ia juga mendorong evaluasi total terhadap SOP pelaksanaan MBG, termasuk rantai pasok, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi .
“Kita perlu melihat kejadian ini secara menyeluruh. Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah, sementara celah dalam sistemnya tidak diperbaiki. Pengawasan juga perlu dilakukan secara berlapis melalui quality control dan quality assurance sebelum makanan sampai ke tangan anak,” imbuhnya .
Di sisi lain, KPPPA juga menyoroti pentingnya edukasi gizi bagi anak-anak. Arifah menyebut Kementerian PPPA selama ini turut memberikan edukasi tentang makanan bergizi, mengingat kecenderungan anak-anak lebih menyukai makanan cepat saji .
“Jadi, di satu sisi kita memenuhi apa yang diinginkan anak-anak, tetapi edukasi tentang pentingnya gizi itu juga akan disampaikan. Program MBG memiliki tujuan yang sangat baik, tetapi makanan untuk anak harus memenuhi dua hal sekaligus, yaitu bergizi dan aman. Keduanya tidak dapat dipisahkan,” tegasnya .
