ISLAM LIVE – Warga Kampung Adat Sade melaksanakan Tradisi Nyemulak (Tanam Tiang) sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade yang ludes terbakar pada 22 Agustus 2026. Prosesi yang digelar, di Kampung Adat Sade, Kamis (3/9/2026) ini dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri .
“Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di kampung Adat Sade ini dimulai hari ini,” ujar Lalu Pathul Bahri, Bupati Lombok Tengah .
Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WITA diduga dipicu korsleting listrik . Api dengan cepat merambat karena mayoritas bangunan menggunakan bahan mudah terbakar seperti kayu, bambu, dan ilalang . Sebanyak 75 rumah adat, 69 artshop, satu masjid, delapan berugak, dan sejumlah fasilitas umum lainnya dilaporkan rusak .
Gubernur Iqbal menekankan bahwa proses pembangunan tidak boleh terburu-buru dan harus mengembalikan nilai awal Sade. “Orang datang ke Sade ini karena melihat bangunan yang tidak bisa bicara tetapi penuh dengan cerita. Bangunan yang bercerita tentang masa lalu, tentang kehidupan local wisdom,” ujarnya .
Akademisi, arsitek, dan ahli antropologi akan dilibatkan dalam proses rekonstruksi agar setiap material dan filosofi pembangunan diverifikasi sesuai dengan kampung Sade aslinya . Pemerintah juga membentuk satgas rekonstruksi dan rekening bersama untuk menampung bantuan donatur secara transparan .
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah mengumpulkan dana CSR sebesar Rp1,5 miliar untuk membantu rekonstruksi . Sementara itu, museum semipermanen akan dipercepat pembangunannya sebagai ruang edukasi sementara bagi wisatawan selama proses rekonstruksi berlangsung .
Dusun Adat Sade yang telah ada sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi ini merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok yang terkenal sebagai destinasi budaya kental dalam mempertahankan tradisi suku Sasak . Proses rekonstruksi diharapkan dapat memulihkan aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat Sade .
