ISLAM LIVE – Pelacakan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dan pengamatan orangutan di hutan Kalimantan berhasil menembus 10 besar destinasi wisata satwa liar terbaik dunia versi Wildlife Experience Index 2026. Kedua pengalaman ini dinilai berdasarkan kelangkaan satwa, keterpencilan habitat, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan peluang perjumpaan .
“Yang sangat menonjol bagi kami adalah hubungan antara kelangkaan dan keterpencilan,” kata Sarah Parker, Direktur Penjualan Bailey Robinson, dalam laporan yang dirilis akhir Agustus 2026 .
Di Taman Nasional Ujung Kulon, penelusuran badak Jawa berfokus pada pemantauan dan edukasi konservasi. Balai Taman Nasional bersama Rhino Monitoring Unit (RMU) memantau populasi dengan sekitar 100 kamera jebak di Semenanjung Ujung Kulon seluas 30.000 hektare, serta melacak jejak kaki, kotoran, dan lokasi berkubang . Populasi badak Jawa saat ini diperkirakan hanya 87 hingga 100 individu dan terbatas di Ujung Kulon .
Sementara di Kalimantan, pengamatan orangutan dilakukan melalui penjelajahan hutan hujan tropis. Di Taman Nasional Tanjung Puting, wisatawan menyusuri sungai menggunakan perahu kayu tradisional klotok menuju Camp Leakey dan Pondok Tanguy . Tanjung Puting merupakan habitat orangutan terbesar di dunia dengan populasi sekitar 6.000 individu .
Pengalaman wisata satwa di Indonesia tidak hanya menawarkan perjumpaan dengan satwa langka, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi. Pengunjung diajak memahami ekosistem dan metode pemantauan yang digunakan tim konservasi untuk melindungi spesies yang terancam punah .
Bailey Robinson menekankan bahwa delapan dari sepuluh pengalaman teratas melibatkan spesies yang terancam punah. “Pertemuan satwa liar paling luar biasa di dunia cenderung mengharuskan Anda bepergian lebih jauh, masuk lebih dalam ke alam liar, dan merasakan sesuatu yang hanya sedikit pelancong yang akan memiliki kesempatan untuk melihatnya,” ujar Parker .
Selain Ujung Kulon dan Tanjung Puting, Indonesia memiliki kawasan konservasi lain seperti Taman Nasional Way Kambas di Lampung untuk gajah, badak, dan harimau Sumatra, serta Taman Nasional Wasur di Papua Selatan yang menjadi habitat walabi, cenderawasih, dan kasuari .
