Gus Salam Sambangi Tiga Pesantren Besar Jatim, Tegaskan NU Harus Berakar pada Aswaja

15 views
Langkah KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menuju kontestasi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 semakin kuat. Dukungan datang dari tiga poros pesantren besar di Jawa Timur, yakni PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, PP Lirboyo, serta PP Al-Falah Ploso Kedir

ISLAM LIVE – Calon Ketua Umum PBNU periode 2026-2031, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, melakukan silaturahim ke tiga poros pesantren besar di Jawa Timur sebagai bagian dari adab sebelum memasuki kontestasi kepemimpinan NU. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan PBNU ke depan harus tetap tertanam pada tradisi Aswaja dan pesantren.

“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon izin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” kata KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, di PP Al-Falah Ploso, Kediri, Rabu (19/8/2026).

Gus Salam menyambangi PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, PP Lirboyo Kediri, dan PP Al-Falah Ploso Kediri untuk meminta doa dan restu. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan maksudnya serta berharap ikhtiarnya memimpin PBNU mendapat rida serta tetap berada di Arah masyayikh NU dan pesantren.

Baca Juga:  2.751 Santri Balangan Dapat Bantuan Pendidikan, hingga Menimba Ilmu ke Hadramaut

Sesepuh Bani Bishri, Nyai Hj. Muflichah Shohib, menyebut dukungan kepada Gus Salam merupakan amanah untuk meneruskan perjuangan pendiri NU, KH Bishri Syansuri. Ia berpesan agar Gus Salam tidak mengecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama.

“Kembalikan NU ke dzurriyyah muassis bukan karena ekspresi emosional, tapi amanah arus bawah supaya memimpin di awal abad kedua jam’iyyah,” ujarnya.

Gus Salam memiliki hubungan nasab dengan pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim, dari jalur ibu, sementara kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib, merupakan salah satu pengasuh di PP Lirboyo. Hubungannya dengan PP Al-Falah Ploso juga cukup dekat, karena Gus Salam merupakan mantu keponakan KH Nurul Huda Djazuli atau Mbah Yai Da’.

Baca Juga:  Pendampingan Lifeskill di Ponpes Baitul Mahmud, Unsoed dan UNU Purwokerto Siapkan Santri Mandiri

Gus Salam juga mengaku masih terus melakukan silaturahim dengan para ulama dan kiai di berbagai daerah sebelum akhirnya bertemu dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia. Ia menilai pesantren ketiga tersebut memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah NU.

Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh ulama pondok pesantren. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap dihapuskan pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.

Muktamar ke-35 NU yang digelar pada 27-31 Agustus 2026, dan restu dari tiga poros pesantren besar di Jawa Timur membuat langkah Gus Salam dinilai semakin kokoh.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA