ISLAM LIVE – Universitas Darunnajah resmi meluncurkan Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren pada Selasa (18/8/2026) di GOR Universitas Darunnajah, Jakarta. Peresmian yang dilakukan oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i ini mengusung tema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu dan nilai keislaman, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum .
Acara peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 996 Tahun 2026 dari Wamenag kepada Presiden Universitas Darunnajah, Hadiyanto Arief. Pemukulan gong turut mewarnai momen bersejarah tersebut sebagai simbol dimulainya program doktoral berbasis pesantren ini.
Wamenag menyampaikan bahwa kehadiran program ini menjadi jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia profesional di tengah ekosistem pesantren yang masif. Saat ini, Kementerian Agama membina sekitar 42 ribu pesantren dengan total lebih dari 12,3 juta santri.
Tema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi refleksi atas posisi pesantren dalam menghadapi tantangan masa depan. Pesantren tidak hanya dituntut menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga mampu berinovasi di bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi.
“Kami berharap program ini melahirkan lulusan yang mampu memperkuat tata kelola dan kemandirian pesantren,” ujarnya.
Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam ini menjadi ruang akademik bagi pengembangan gagasan, penelitian, dan inovasi dalam pengelolaan pesantren. Universitas Darunnajah berkomitmen menjadikan program ini sebagai pusat kajian strategis bagi kemajuan pesantren di Indonesia.
“Pesantren harus siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan pengelolaan yang profesional dan mandiri,” katanya.
