ISLAM LIVE – World Resources Institute (WRI) Indonesia memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi kembali mengimpor solar mulai 2027 apabila pertumbuhan konsumsi energi di sektor transportasi tidak dikendalikan. Temuan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemodelan awal yang dilakukan lembaga tersebut.
Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan peningkatan kapasitas produksi energi saja tidak cukup untuk mencapai target swasembada energi apabila permintaan terus meningkat.
“Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040,” ujar Nirarta di Jakarta, Jumat (24/7/2026)
Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi diesel domestik diperkirakan hanya mencapai 26,5 juta kiloliter, sehingga diperlukan strategi untuk mengelola permintaan energi, salah satunya melalui transformasi sektor angkutan barang.
“Artinya, peningkatan pasokan energi saja tidak akan cukup. Kita juga harus mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi angkutan barang menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai transformasi sektor transportasi menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan energi dan daya saing ekonomi nasional.
Untuk mendukung upaya tersebut, WRI Indonesia mengembangkan Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) sebagai platform kolaborasi lintas sektor dalam mendorong dekarbonisasi angkutan barang. Melalui program tersebut, WRI juga memperkenalkan Truck Route Assessment & Charging Evaluation (TRACE), sebuah platform yang membantu pemerintah dan pelaku industri memetakan kesiapan rute serta kebutuhan infrastruktur pengisian daya kendaraan berat sebelum investasi dilakukan.
