ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak takut menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Gus Irfan sampaikan pesan tersebut saat memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (17/7/2026). Kegiatan itu dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere yang mewakili Gubernur Papua Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya.
“Jangan takut menyampaikan masalah, karena setiap masukan adalah bahan untuk memperbaiki pelayanan kepada jemaah.” ujar Gus Irfan.
Dalam dialog bersama jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya, Gus Irfan menerima berbagai masukan terkait penguatan dan penataan sumber daya manusia, aspirasi mengenai tunjangan kinerja, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebelumnya, Gus Irfan juga mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M harus menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan. Ia menegaskan budaya evaluasi yang jujur, terbuka, dan berkelanjutan perlu dibangun sebagai fondasi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji, bukan sekadar berbangga atas capaian yang telah diraih.
Sebagai penutup, Gus Irfan berharap seluruh jajaran Kemenhaj terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mewujudkan pelayanan haji yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan jemaah sehingga kualitas penyelenggaraan ibadah haji dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.
