ISLAM LIVE – Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi antariksa, pertanyaan mengenai apakah manusia telah berhasil menginjakkan kaki di planet lain sering kali muncul. Namun, perlu diluruskan bahwa hingga saat ini, belum ada satu pun manusia yang pernah mendarat di planet lain selain Bumi.
Meskipun ambisi untuk mengirim manusia ke Mars terus digaungkan oleh berbagai badan antariksa dan tokoh teknologi seperti Elon Musk, pendaratan manusia di planet luar Bumi masih menjadi target masa depan yang penuh tantangan.
Bulan Bukanlah Planet
Sering terjadi kesalahpahaman bahwa pendaratan manusia di Bulan dianggap sebagai pendaratan di planet lain. Secara astronomis, Bulan adalah satelit alami Bumi, bukan planet.
Dalam sejarah umat manusia, misi Apollo dari NASA adalah satu-satunya program yang berhasil membawa manusia mendarat dan berjalan di permukaan benda langit di luar Bumi (Bulan).
Misi Apollo 11 pada tahun 1969 mencatat sejarah besar ketika Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di permukaan Bulan. Seiring berjalannya program tersebut, total terdapat 12 astronot yang pernah merasakan pengalaman berjalan di permukaan Bulan:
Neil Armstrong: Apollo 11
Buzz Aldrin: Apollo 11
Pete Conrad: Apollo 12
Alan Bean: Apollo 12
Alan Shepard: Apollo 14
Edgar Mitchell: Apollo 14
David Scott: Apollo 15
James Irwin: Apollo 15
John Young: Apollo 16
Charles Duke: Apollo 16
Eugene Cernan: Apollo 17
Harrison Schmitt: Apollo 17
Tantangan Mendarat di Planet Lain
Mengapa manusia belum mendarat di planet lain seperti Mars atau Venus? Para ilmuwan menjelaskan bahwa terdapat hambatan besar, terutama terkait kondisi lingkungan yang ekstrem.
Sebagai contoh, di planet Venus, suhu permukaan mencapai sekitar 482 derajat Celsius yang sanggup menghanguskan manusia dalam hitungan detik. Sementara itu, planet-planet gas raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki tekanan atmosfer luar biasa yang dapat menghancurkan tubuh manusia seketika.
Saat ini, eksplorasi ke planet lain masih dilakukan menggunakan robot penjelajah (rover) untuk mengumpulkan data ilmiah sebelum nantinya manusia benar-benar siap untuk melakukan misi berawak.
