ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf meminta persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M dimulai sejak sekarang. Evaluasi penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M diminta menjadi dasar perbaikan agar persiapan musim haji berikutnya dapat dilakukan lebih awal dan lebih terukur.
Arahan tersebut disampaikan Menteri saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Menurutnya, persiapan sejak dini diperlukan agar berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji khusus dapat dipersiapkan secara lebih matang.
“Persiapan Haji 1448 H harus dimulai sekarang,” tegas Menteri.
Menteri meminta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) segera mempersiapkan data dan dokumen jemaah, aspek kesehatan, pembimbing, akomodasi, transportasi, konsumsi, serta mitra layanan di Arab Saudi. Berbagai kebutuhan tersebut perlu dipersiapkan dengan mengacu pada evaluasi penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.
Selain persiapan operasional, Menteri meminta PIHK memulai manasik lebih awal dengan materi yang disesuaikan kondisi yang akan dihadapi jemaah selama berada di Tanah Suci. Materi tersebut antara lain mencakup Armuzna, kepadatan jemaah, cuaca ekstrem, sistem digital Arab Saudi, serta perlindungan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Menurut Menteri, kesiapan jemaah perlu menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan haji secara keseluruhan. Pembimbing juga perlu memahami kondisi operasional agar materi manasik dapat memberikan bekal yang sesuai dengan kebutuhan jemaah.
Dengan dimulainya persiapan sejak awal dan pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan, Kementerian Haji dan Umrah berharap penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M dapat dipersiapkan secara lebih matang, profesional, dan berorientasi pada perlindungan serta pemenuhan hak jemaah.
